PEMANFAATAN TIK DALAM PEMBELAJARAN DI SD NEGERI 2 REJOSARI

 

PEMANFAATAN TIK DALAM PEMBELAJARAN DI SD NEGERI 2 REJOSARI

  1. A.           Latar Belakang

Perkembangan teknologi informasi beberapa tahun belakangan ini berkembang dengan kecepatan yang sangat tinggi, sehingga dengan perkembangan ini telah mengubah paradigma masyarakat dalam mencari dan mendapatkan informasi, yang tidak lagi terbatas pada informasi surat kabar, audio visual dan elektronik, tetapi juga sumber-sumber informasi lainnya yang salah satu diantaranya melalui jaringan Internet.

Salah satu bidang yang mendapatkan dampak yang cukup berarti dengan perkembangan teknologi ini adalah bidang pendidikan, dimana pada dasarnya pendidikan merupakan suatu proses komunikasi dan informasi dari pendidik kepada peserta didik yang berisi informasi-informasi pendidikan, yang memiliki unsur-unsur pendidik sebagai sumber informasi, media sebagai sarana penyajian ide, gagasan dan materi pendidikan serta peserta didik itu sendiri (Oetomo dan Priyogutomo, 2004), beberapa bagian unsur ini mendapatkan sentuhan media teknologi informasi, sehingga mencetuskan lahirnya ide tentang e-learning (Utomo, 2001).

Perencanaan sekolah adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan sekolah yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumberdaya yang tersedia. Rencana Pengembangan Sekolah Dasar negeri 2 Rejosari adalah dokumen tentang gambaran kegiatan sekolah di masa depan dalam rangka untuk mencapai perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan. Rencana Pengembangan Sekolah penting dimiliki untuk memberi arah dan bimbingan para pelaku sekolah dalam rangka menuju perubahan atau tujuan sekolah yang lebih baik dalam peningkatan, dan pengembangan sehingga diperoleh resiko yang kecil dan dapat mengurangi ketidakpastian masa depan.

Perkembangan di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini sangat pesat dan berpengaruh sangat signifikan terhadap pribadi maupun komunitas, segala aktivitas, kehidupan, cara kerja, metode belajar, gaya hidup maupun cara berpikir. Oleh karena itu, pemanfaatan TIK harus diperkenalkan kepada siswa agar mereka mempunyai bekal pengetahuan dan pengalaman yang memadai untuk bisa menerapkan dan menggunakannya dalam kegiatan belajar, bekerja serta berbagai aspek kehidupan sehari-hari, bahkan bisa juga dikembangkan menjadi kegiatan wira usaha.

Pendidikan merupakan salah satu penentu daya saing bangsa, dengan demikian, perlu peningkatan mutu yang berkelanjutan. Salah satunya dengan konsep peningkatan status sekolah secara bertahap ke arah SBI (Sekolah Bertaraf Internasional). Hal ini searah dengan perubahan paradigma dalam pembelajaran menuju masyarakat berbasis pengetahuan, yang menempatkan ICT atau TIK sebagai pendukung utama. Pengenalan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) beserta aplikasinya harus dimulai sedini mungkin, tanpa diskriminasi yang dilakukan secara bertahap mulai dari sekolah dasar sampai pendidikan tinggi.

Pelayanan pendidikan, khususnya dalam proses pembelajaran sekarang ini, salah satunya dapat ditingkatkan dengan menerapkan TIK atau ICT (Information and communication technology). Pembelajaran berbasis ICT adalah pengelolaan pembelajaran dengan memanfaatkan ICT dan bilamana lebih ditingkatkan sehingga dapat juga memanfaatkan internet atau website, disebut dengan pembelajaran berbasis website.

Keperluan akan penguasaan TIK telah diantisipasi oleh pemerintah dalam hal ini oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dengan dimasukkannya kurikulum TIK dalam kurikulum 2004 dan sekarang Kurikulum Tingkat Satuan  Pendidikan (KTSP) mulai dari pendidikan dasar sampai ke perguruan tinggi. Diharapkan dengan diimplementasikannya kurikulum TIK ini akan meningkatkan kualitas proses pengajaran, kualitas penilaian kemajuan siswa, dan kualitas administrasi sekolah.

Adanya manajemen berbasis sekolah (MBS) memungkinkan setiap sekolah untuk mengembangkan dan mengaplikasikan TIK yang disesuaikan dengan tuntuntan zaman dan kemampuan/daya dukung sekolah yang bersangkutan. Munculnya berbagai hardware dan software-software baru sekarang ini sangat  membantu guru dalam menyampaikan bahan ajarnya. Permasalahannya adalah, apakah para guru yang merupakan garda terdepan di sekolah telah memanfaatkan TIK dengan optimal? Bagaimanakah mengaplikasikan TIK dalam pembelajaran di sekolah? Bagaimanakah peran guru di sekolah dalam mengaplikasikan TIK dalam proses pembelajarannya? Adakah potensi yang dapat dikembangkan dalam TIK ini? Apakah struktur dan kultur guru di sekolah telah siap dengan TIK? Bagaimanakah upaya pendidikan dasar dalam menyiapkan tenaga guru profesional di bidang TIK?

Departemen Pendidikan Nasioanal menyadari sepenuhnya akan hal ini. Sekolah-sekolah difasilitasi dan didorong kuat untuk menerapkan ICT. Ada program ”ICT roads to school”, Jaringan Pendidikan nasional (Jardiknas), Pusat Sumber Belajar Guru (PSBG), Perpustakaan Digital (Digital Library), Buku Sekolah Elektronik (BSE) dsb. Penerapan ICT dan penguatan di bahasa Inggris adalah dua hal yang penting dan strategis dalam upaya pelaksanaan sekolah rintisan diberbagai jenjang, baik untuk kategori sekolah mandiri, Standar Standar Nasional (SSN) maupun Bertaraf Internasional. Secara bertahap para guru diarahkan dan dibimbing untuk menguasai ICT dan bahasa Inggris secara memadai.

Makalah ini mencoba membahas aplikasi dan potensi TIK dalam pembelajaran di sekolah dan peran guru dalam memanfaatkan TIK, serta implikasinya dalam pembelajaran. Sekaligus juga mengeksplorasi kurikulum pendidikan TIK di Indonesia.

B.      Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas tentang pentingnya TIK dalam upaya peningkatan mutu di Sekolah Dasar Negeri 2 Rejosari, maka masalah yang dikaji dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut :

a.       Bagaimana kesiapan Sekolah Dasar Negeri 2 Rejosari dalam pembelajaran berbasis TIK?

b.       Bagaimana persepsi guru SD terhadap pemanfaatan TIK dalam pembelajaran?

C.     Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah :

a.       Memperoleh gambaran tentang kesiapan Sekolah Dasar Negeri 2 Rejosari di Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan dalam pembelajaran berbasis TIK.

b.       Mendeskripsikan persepsi guru SD terhadap pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di sekolah.

D.     Pembahasan

1.       Pengertian  Teknologi Informasi dan Komunikasi

Berikut ini adalah berbagai pendapat mengenai teknologi informasi: 

a.    Kamus Oxford (1995): Teknologi informasi adalah studi atau penggunaan peralatan elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan, menganalisa, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan dan gambar.

b.   Martin (1999):  Teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi.

c.    Lucas (2000): Teknologi informasi adalah segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan informasi dalam bentuk elektronis. Mikrokomputer, komputer mainframe,  pembaca  barcode,  perangkat lunak pemroses transaksi, perangkat lunak lembar kerja (spreadsheet),  dan peralatan komunikasi dan jaringan merupakan contoh teknologi informasi.

d.  Williams dan Sawyer (2003): Teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video.

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi, meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi Komunikasi merupakan segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Karena itu, Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media.

Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa, teknologi informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan juga merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan di SD Negeri 2 Rejosari.

2.       Aplikasi dan Potensi TIK dalam Pembelajaran di Sekolah

Dengan melihat isi dari kurikulum, kita harus mengintegrasikan TIK dalam proses belajar mengajar di Sekolah Dasar bukan hanya untuk mata pelajaran teknologi dan informasi saja. Melihat kondisi TIK pada saat ini dan perkembangannya di masa datang, seorang guru harus mempersiapkan diri dan melakukan perencanaan yang matang dalam mengimplementasikan TIK di Sekolah.

Apa lagi untuk menghadapi abad ke-21, UNESCO melalui “The International Commission on Education for the Twenty First Century” merekomendasikan pendidikan yang berkelanjutan (seumur hidup) yang dilaksanakan berdasarkan empat pilar proses pembelajaran, yaitu:

  1. Learning to know (belajar untuk menguasai. pengetahuan);
  2. Learning to do (belajar untuk menguasai keterampilan );
  3. Learning to be (belajar untuk mengembangkan diri);
  4. Learning to live together (belajar untuk hidup bermasyarakat).

Untuk dapat mewujudkan empat pilar pendidikan di era globalisasi informasi sekarang ini, para guru sebagai agen pembelajaran perlu menguasai dan menerapkan TIK dalam pembelajaran di sekolah. Keperluan akan penguasaan TIK telah diantisipasi oleh pemerintah dalam hal ini oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dengan dimasukkannya kurikulum TIK dalam kurikulum 2004 dan sekarang Kurikulum Tingkat Satuan  Pendidikan (KTSP) mulai dari pendidikan dasar sampai ke perguruan tinggi. Diharapkan dengan diimplementasikannya kurikulum TIK ini akan meningkatkan kualitas proses pengajaran, kualitas penilaian kemajuan siswa, dan kualitas administrasi sekolah.

3.       Peran , Tindakan Guru dan Siswa dalam Mengintegrasikan TIK dalam Pembelajaran

a.      Peran guru

Dalam kaitan ini guru memegang peran yang amat penting dan harus menguasai seluk beluk TIK dan yang lebih penting lagi adalah kemampuan memfasilitasi pembelajaran anak secara efektif. Peran guru sebagai pemberi informasi harus bergeser menjadi manajer pembelajaran dengan sejumlah peran-peran tertentu, karena guru bukan satu-satunya sumber informasi melainkan hanya salah satu sumber informasi.

Dalam bukunya yang berjudul “Reinventing Education”, Louis V. Gerstmer, Jr. dkk (1995), menyatakan bahwa di masa-masa mendatang peran-peran guru mengalami perluasan yaitu guru sebagai :

1).  Pelatih (coaches), guru harus memberikan peluang yang sebesar-besarnya bagi siswa untuk mengembangkan cara-cara pembelajarannya sendiri sesuai dengan kondisi masing-masing. Guru hanya memberikan prinsip-prinsip dasarnya saja dan tidak memberikan satu cara yang mutlak.

2).  Konselor, guru harus mampu menciptakan satu situasi interaksi belajar-mengajar, di mana siswa melakukan perilaku pembelajaran dalam suasana psikologis yang kondusif dan tidak ada jarak yang kaku dengan guru. Disamping itu, guru diharapkan mampu memahami kondisi setiap siswa dan membantunya ke arah perkembangan optimal.

3).  Manajer pembelajaran, guru memiliki kemandirian dan otonomi yang seluas-luasnya dalam mengelola keseluruhan kegiatan belajar-mengajar dengan mendinamiskan seluruh sumber-sumber penunjang pembelajaran.

4). Partisipan, guru tidak hanya berperilaku mengajar akan tetapi juga berperilaku belajar dari interaksinya dengan siswa. Hal ini mengandung makna bahwa guru bukanlah satu-satunya sumber belajar bagi anak, akan tetapi ia sebagai fasilitator pembelajaran siswa.

5).  Pemimpin, diharapkan guru mampu menjadi seseorang yang mampu menggerakkan orang lain untuk mewujudkan perilaku menuju tujuan bersama. Disamping sebagai pengajar, guru harus mendapat kesempatan untuk mewujudkan dirinya sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam berbagai kegiatan lain di luar mengajar.

6).  Pembelajar, guru harus secara terus menerus belajar dalam rangka menyegarkan kompetensinya serta meningkatkan kualitas profesionalnya.

7).  Pengarang, guru harus selalu kreatif dan inovatif menghasilkan berbagai karya yang akan digunakan untuk melaksanakan tugas-tugas profesionalnya. Guru yang mandiri bukan sebagai tukang atau teknisi yang harus mengikuti satu buku petunjuk yang baku, melainkan sebagai tenaga yang kreatif yang mampu menghasilkan berbagai karya inovatif dalam bidangnya. Hal itu harus didukung oleh daya abstraksi dan komitmen yang tinggi sebagai basis kualitas profesionalismenya.

 Maka berbagai sikap yang harus dimiliki guru untuk pemanfaatan TIK dalam kegiatan pembelajaran adalah :

1).     Inisiatif.

Guru harus mempunyai inisiatif sendiri untuk merancang dan memanfaatkan TIK dalam kegiatan pembelajaran yang dikelolanya. Ada dorongan atau motivasi yang tumbuh dan berkembang di dalam diri guru sehingga dirinya tergugah atau terpanggil untuk mengenalkan sesuatu pembaharuan kepada peserta didiknya. Inisiatif untuk mencari informasi, mempelajari dan atau melakukan sendiri inovasi (bentuk inovasi yang dimaksudkan dalam hal ini adalah pemanfaatan TIK untuk kepentingan pembelajaran) datang sepenuhnya dari kesadaran diri guru sendiri.

2).     Panggilan.

Tanpa ada perintah dari pimpinan sekolah guru merasa terpanggil dalam memanfaatkan TIK untuk pembelajaran. Karena proses pembelajaran adalah merupakan tanggung jawabnya karena tugas.

3).     Tuntutan.

Guru memanfaatkan TIK dalam kegiatan belajar mengajar kerana sudah menjadi tuntutan jaman modern yang harus segera menyesuaikannya agar tidak ketinggalan jaman.

4).     Inovasi.

Guru mempunyai keinginan untuk mau mencoba terlebih dahulu gagasan pemanfaatan TIK untuk kepentingan pembelajaran bagi peserta didiknya. Di sisi lain, guru ini akan sangat peduli (concern) dan memperlihatkan komitmen yang tinggi untuk penerapannya apabila dia sudah benar-benar mengetahui tentang keberhasilan pemanfaatan TIK dalam kegiatan pembelajaran.

5).     Kebutuhan

Guru harus memahami nilai manfaat dari penerapan teknologi atau bahkan mungkin secara obyektif pemanfaatan teknologi itu merupakan suatu kebutuhan yang sangat pokok bagi dirinya. Bahkan teknologi itu juga mungkin secara obyektif menjadi kebutuhan pokok dalam kegiatan pembelajaran yang dikelolanya.

 b.      Tindakan Guru dalam implementasi pemanfaatan TIK dalam pembelajaran adalah :

Di dalam proses belajar-mengajar tentunya ada subjek dan objek yang berperan secara aktif, dinamik dan interaktif di dalam ruang belajar, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Guru dan siswa sama-sama dituntut untuk membuat suasana belajar dan proses transfer of knowledge–nya berjalan menyenangkan serta tidak membosankan. Oleh karena itu penataan peran Guru dan siswa di dalam kelas yang mengintegrasikan TIK di dalam pembelajaran perlu dipahami dan dimainkan dengan sebaik-baiknya. Kini di era pendidikan berbasis TIK, peran Guru tidak hanya sebagai pengajar semata namun sekaligus menjadi fasilitator, kolaborator, mentor (penasehat), pelatih, pengarah dan teman belajar bagi siswa. Karenanya Guru dapat memberikan pilihan dan tanggung jawab yang besar kepada siswa untuk mengalami peristiwa belajar.

Melalui peran Guru sebagaimana dimaksud, maka peran siswa pun mengalami perubahan, dari partisipan pasif menjadi partisipan aktif yang banyak menghasilkan dan berbagi (sharing) pengetahuan/keterampilan serta berpartisipasi sebanyak mungkin sebagaimana layaknya seorang ahli. Disisi lain siswa juga dapat belajar secara individu, sebagaimana halnya juga kolaboratif dengan siswa lain.

Pengadaan media TIK untuk kegiatan pembelajaran bisa saja berasal dari sekolah itu sendiri atau dari pihak lain. Pada dasarnya tidak menjadi masalah dari manapun asalnya media TIK yang sampai di sekolah. Yang justru lebih penting lagi adalah bagaimana cara menggunakan agar media TIK yang telah tersedia di sekolah dapat dioptimalkan pemanfaatannya bagi kepentingan pembelajaran peserta didik. Beberapa contoh media TIK yang mulai banyak tersedia di pasaran adalah CD/kaset audio, VCD, komputer, dan internet.

Sehubungan dengan semakin banyaknya ketersediaan media TIK untuk kegiatan pembelajaran baik di pasaran maupun disekolah yang diadakan sekolah sendiri maupun yang diterima sekolah dari berbagai pihak, sebelum memanfaatkannya di dalam kelas guru harus dapat menggunakan terlebih dahulu. Berikut ini ada beberapa panduan yang perlu diperhatikan oleh guru :

1).     Mempelajari media TIK.

Dengan kemajuan TIK dewasa ini, para guru dapat mencatat daftar media yang memang dapat untuk menyajikan materi pelajaran yang berkaitan dengan materi pelajaran yang akan dibahas di dalam kelas.

2).     Merencanakan waktu pemanfaatan media TIK.

Pemanfaatan media TIK disesuaikan dengan materi pelajaran yang disajikan. Pesrta didik dapat menggunakan sesuai dengan petunjuk dan pedoman selama memanfaatkan media pelajaran..

3).     Mengkomunikasikan rencana pemanfaatan media TIK kepada peserta didik.

Perlunya mengkomunikasikan rencana pemanfaatan media TIK kepada peserta didik adalah agar peserta didik dapat mempersiapkan :

a.     dirinya untuk mempelajari materi pelajaran yang akan disajikan melalui media TIK;

b.    fasilitas yang diperlukan untuk mengikuti kegiatan pembelajaran melalui media TIK.

Disamping itu guru juga harus lebih :

a.     mempersiapkan dirinya mengenai materi pelajaran yang akan dibahas;

b.    mempersiapkan fasilitas yang dibutuhkan (dalam kondisi baik) agar tidak terjadi hambatan sewaktu pemanfaatan media TIK dilaksanakan;

c.     mempersiapkan ruangan yang akan menjadi tempat pemanfaatan media TIK.

4).     Mengkomunikasikan rencana pemanfaatan media TIK kepada pengelola fasilitas TIK di sekolah.

5).     Mengkomunikasikan rencana memperoleh media TIK kepada peserta didik.

6).     Memiliki kompetensi dalam pengembangan TIK dalam pembelajaran.

Segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran di dalam kelas menjadi wewenang dan tanggungjawab guru. Sumber-sumber belajar apa saja yang akan dimanfaatkan di dalam kelas adalah sepenuhnya berada di tangan guru. Metode pembelajaran yang bagaimana yang akan diterapkan di dalam kelas untuk menyajikan materi pelajaran tertentu adalah juga menjadi tanggungjawab guru. Sekalipun sudah ada panduan tentang metode pembelajaran yang ditetapkan untuk digunakan guru dalam menyajikan materi pelajaran, namun tetap saja guru memiliki kewenangan untuk memilih dan menetapkan metode pembelajaran yang akan digunakannya di dalam kelas.

 c.   Peran TIK dalam Pembelajaran

Peranan TIK dalam pembelajaran adalah :

1).  TIK sebagai gudang ilmu pengetahuan.

TIK dimanfaatkan sebagai sebagai referensi ilmu pengetahuan terkini, manajemen pengetahuan, jaringan pakar beragam bidang ilmu, jaringan antar institusi pendidikan, pusat pengembangan materi ajar, wahana pengembangan kurikulum, dan komunitas perbandingan standar kompetensi.

2).  TIK sebagai alat bantu pembelajaran.

Terdapat 3 fungsi TIK yang dapat dimanfaatkan sehari-hari di dalam proses belajar-mengajar, yaitu :

(a). TIK sebagai alat bantu guru yang meliputi: animasi peristiwa, alat uji siswa, sumber referensi ajar, evaluasi kinerja siswa, simulasi kasus, alat peraga visual, dan media komunikasi antar guru.

(b). TIK sebagai alat bantu interaksi guru-siswa yang meliputi: komunikasi guru-siswa, kolaborasi kelompok studi, dan manajemen kelas terpadu.

(c). TIK sebagai alat bantu siswa meliputi : buku interaktif , belajar mandiri, latihan soal, media illustrasi, simulasi pelajaran, alat karya siswa, dan media komunikasi antar siswa.

3).  TIK sebagai fasilitas pembelajaran.

TIK dapat dimanfaatkan sebagai : perpustakaan elektronik, kelas virtual/betul, aplikasi multimedia, kelas teater multimedia, kelas jarak jauh, papan elektronik sekolah, alat ajar multi-intelejensia, pojok internet, dan komunikasi kolaborasi kooperasi (intranet sekolah).

4).  TIK sebagai infrastruktur pembelajaran.

TIK kita temukan dukungan teknis dan aplikatif untuk pembelajaran dalam skala menengah maupun luas yang meliputi : ragam teknologi kanal distribusi, ragam aplikasi dan perangkat lunak, bahasa pemrograman, sistem basis data, komputer personal, alat-alat digital, sistem operasi, sistem jaringan dan komunikasi data, dan infrastruktur teknologi informasi (media transmisi).

Berangkat dari optimalisasi pemanfaatan TIK dalam pembelajaran tersebut kita berharap hal ini akan memberi sumbangsih besar dalam peningkatan kualitas SD Negeri 2 Rejosari yang cerdas dan kompetitif melalui pembangunan peserta didik berpengetahuan (knowledge-based society). Peserta didik yang tangguh diharapkan memiliki kecakapan :

(1). ICT and media literacy skills).

(2). Critical thinking skills.

(3). Problem-solving skills.

(4). Effective communication skills.

(5). Collaborative skills yang diperlukan untuk mengatasi setiap permasalahan dan tantangan hidupnya.

Kebutuhan bahan pembelajaran berbasis ICT sebagai alat untuk membantu siswa menguasai Tehnologi Informasi (TI) dan materi pelajaran umum lainnya dengan lebih cepat, menyenangkan dan meningkatkan hasil belajar, menjadi kebutuhan yang mendesak untuk tercapainya kualitas pembelajaran yang diharapkan. Atas dasar pentingnya bahan pembelajaran berbasis ICT yang dirancang oleh guru bagi peningkatan kualitas pembelajaran yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi dan untuk kepentingan publikasi komunikasi dan informasi lembaga, maka sudah menjadi kebutuhan yang mendesak untuk adanya peningkatan kemampuan para pelaku pendidikan/ pelatihan terutama guru untuk memiliki kemampuan dalam merancang multimedia interaktif untuk mengemas berbagai materi-materi pelajaran. Dengan demikian diperlukan adanya kegiatan Pelatihan Pembuatan Multimedia Interaktif berbasis Komputer .

 d.      Tantangan bagi seorang guru

Tantangan bagi seorang guru terhadap perkembangan siswa adalah  :

1).  Mengubah peran siswa;

2).  Dari penerima informasi yang pasif menjadi partisipan aktif dalam proses pembelajaran;

3).  Dari mengungkapkan kembali pengetahuan menjadi menghasilkan dan berbagai pengetahuan;

4).  Dari pembelajaran sebagai aktiivitas individual (soliter) menjadi pembelajaran berkolaboratif dengan siswa lain.

 Terdapat beberapa jenis kegiatan pengembangan kompetensi guru SD dalam penguasaan ICT untuk diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran, yakni:

v      Pelatihan Pembuatan Desain Presentasi Multimedia yang meliputi desain pesan dan penguasaan tool multimedia projector.

v      Pelatihan Pembuatan CD interaktif berbagai Mata Pelajaran

v      Pelatihan Internet Dasar dan Pemanfaatan Internet sebagai Sumber Belajar Effektif.

v      Pelatihan Pembuatan Web Blog (Company web dan Personal Web)

v      Pelatihan Pembuatan Desain web untuk E-Learning dan Learning Management System (LMS)

 e.   Dimensi Pengembangan TIK

 Pegembangan TIK  disekolah berorientasi kepada pelayanan terhadap pengguna jasa (customer) yaitu siswa dan masyarakat. Dimensi yang dibangun adalah keterhubungan berbagai sumber informasi komunikasi yang berujung kepada penyelengaraan pembelajaran yang bermutu dan bernilai guna tinggi. Baik antar komponen di dalam sekolah-sekolah maupun dengan luar sekolah (stake holder).

 f.    Indikator Keberhasilan Pengembangan TIK dalam Pembelajaran

 Melalui pengembangan TIK di SD Negeri 2 Rejosari, diharapkan akan mampu :

  1. Meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan ICT untuk menunjang profesionalitas kinerjanya.
  2. Memotivasi guru agar selalu memperbaharui informasi dan pengetahuan untuk menunjang tugasnya.
  3. Memberikan pelayanan terbaik dalam proses pembelajaran di sekolah.
  4. Meningkatkan komunikasi dan informasi terkini bagi guru dan siswa.
  5. Meningkatkan motivasi belajar siswa.
  6. Meningkatkan kebermaknaan belajar siswa.
  7. Meningkatkan mutu proses pembelajaran.
  8. Meningkatkan hasil proses pembelajaran siswa.

E.      PENUTUP

Dalam makalah ini penulis ingin menyampaikan beberapa pesan kepada para pendidik untuk selalu menambah ilmu pengetahuan, meningkatkan kualitas pembelajaran dengan melakukan renovasi dalam pembelajaran, menggunakan multimedia dalam pembelajaran diantaranya dengan mengakses materi melalui internet. Sungguh pandangan yang keliru kalau pada abad gelombang informasi dan komunikasi seperti sekarang ini masih ada seorang guru yang masih memosisikan dirinya sebagai satu-satunya sumber belajar. Gunakanlah fasilitas multimedia yang ada di sekolah untuk melakukan renovasi pembelajaran di kelas. Belajar dan terus belajar untuk meningkatkan keterampilan khususnya di bidang TIK (Tehnologi Informasi dan Komunikasi).

Dengan melalui implementasi guru-guru SD Negeri 2 Rejosari tentang TIK pada pembelajaran dapat meningkatkan mutu pendidikan di SD Negeri 2 Rejosari. Walaupun menggunakan media pembelajaran yang relatif sederhana.

Persepsi guru tentang pemanfaatan TIK pada pembelajaran memang diperlukan karena sudah menjadi tuntun jaman yang harus dipenuhi gar tidak ketinggalan jaman. Sehingga guru sudah siap menjadi fasilitator, kolaborator, mentor (penasehat), pelatih, pengarah dan teman belajar bagi siswa .

Semoga dapat dilaksanakan oleh semua guru pada umumnya di dalam pemanfaatan TIK pada pembelajaran sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA :

 Oetomo, B.S.D dan Priyogutomo, Jarot. 2004. Kajian Terhadap Model e-Media dalam Pembangunan Sistem e-Education, Makalah Seminar Nasional Informatika 2004 di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta pada 21 Februari 2004.

 Depdiknas (2007). Pedoman Penjaminan Mutu Sekolah/Madrasah Bertaraf Internasional pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta.

 Ditjen. Mandikdasmen (2007). Panduan Sistem Penyelenggaraan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional untuk Pendidikan Dasar dan Menengah.

 Depdiknas – Ditjen Dikdasmen (2002). Konsep Dasar Pendidikan Berorientasi Kecakapan Hidup (Life Skill). Melalui Pendekatan Pendidikan Berbasis Luas (Broad Based). Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Umum.

 Sumber On line :

http://www.mbs-sd.org/isi.php?id=82

http://tik-sdntilote.blogspot.com/2009_04_01_archive.html

http://hasanahworld.wordpress.com/2009/01/16/e-learning-dan-implementasinya-dalam-pembelajaran-matematika/

http://sdpd1bpp.com/index.php?option=com_content&view=article&id=16:ict2009

http://media.diknas.go.id/media/document/5732.pdf

http://www.e-dukasi.net/artikel/index.php?id=77

http://blog.unsri.ac.id/ismanita/welcome/aplikasi-dan-potensi-teknologi-informasi-dan-komunikasi-tik-dalam-pembelajaran-di-sekolah/mrdetail/12641/dowload/sabtu/24-7-2010/pkl 15.05 WIB.

 http://makalahkumakalahmu.wordpress.com/2009/03/18/pemanfaatan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-sebagai-media-pembelajaran/download/sabtu/24-7-2010/pkl 14.50

 http://elearning.unimal.ac.id/upload/materi/peningkatan-tik-guru.pdf/download/sabtu/24-7-2010/pkl. 15.01 WIB

Majalah Ilmiah Unikom, Vol.6, hlm. 35-50

Tentang mashadicesar

selalu ingi menjadi yang terbaik dan pantang menyerah
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s